Koperasi Desa Merah Putih Disorot Lagi, Pengadaan 20.600 Truk Capai Rp10,83 Triliun

Oleh redaksi

pada Jumat, 10 April 2026

Truk Koperasi Merah Putih (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Koperasi Desa Merah Putih kembali menjadi perhatian publik setelah proyek pengadaan 20.600 unit truk untuk mendukung program tersebut diumumkan dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp10,83 triliun.

Sorotan ini mencuat ketika polemik pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis belum sepenuhnya reda. Kali ini, perhatian tertuju pada besarnya nilai belanja armada kendaraan yang disiapkan untuk menopang operasional koperasi desa dan kelurahan di berbagai wilayah Indonesia.

Pengadaan ribuan truk itu melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pihak pemesan dan PT Putra Mandiri Jembar Tbk melalui anak usahanya, PT Dipo Internasional Pahala Otomotif, sebagai pelaksana.

Baca juga  Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Direktur Utama PMJS, Ie Putra menjelaskan bahwa proyek ini berangkat dari kontrak induk pengadaan kendaraan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diteken antara APN dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors pada Jumat (28/11/2025).

Pada hari yang sama, kontrak turunan juga ditandatangani antara DIPO dan APN. Kontrak ini menjadi dasar pelaksanaan pengadaan 20.600 unit truk 6 ban yang akan disalurkan untuk mendukung kegiatan distribusi dan operasional koperasi.

Beberapa bulan kemudian, kedua pihak kembali memperbarui kesepakatan melalui addendum kontrak turunan I yang diteken pada Selasa (10/3/2026).

Baca juga  Trump Umumkan Penarikan Pasukan AS dari Iran dalam Hitungan Minggu

Menurut Ie Putra, kontrak tersebut resmi efektif berlaku sejak Senin (16/3/2026), setelah seluruh persyaratan administrasi utama dipenuhi.

“Kontrak ini mulai berlaku efektif pada 16 Maret 2026,” kata Ie Putra, Senin (6/4/2026).

Efektivitas kontrak ditandai dengan terbitnya bank garansi dari DIPO kepada APN melalui Bank BNI. Selain itu, APN juga telah mencairkan pembayaran uang muka senilai Rp2,84 triliun kepada DIPO.

Nilai uang muka tersebut menandai dimulainya realisasi proyek berskala besar yang disebut sebagai salah satu pengadaan kendaraan terbesar dalam program Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam keterbukaan informasi, Ie Putra menegaskan bahwa DIPO akan menjalankan peran sebagai dealer resmi yang ditunjuk oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors. Perusahaan itu juga akan menangani layanan purna jual guna memastikan armada tetap beroperasi optimal di lapangan.

Baca juga  Raksasa Mobil Listrik BYD Kebakaran, Pabrik Shenzhen Diselimuti Asap

“Pengadaan ini akan dijalankan oleh DIPO sebagai dealer resmi yang ditunjuk oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors,” ujar Ie Putra.

Dengan jumlah mencapai 20.600 unit, proyek ini diperkirakan menjadi tulang punggung distribusi logistik Koperasi Desa Merah Putih. Namun di tengah besarnya nilai kontrak, publik kini menanti transparansi pelaksanaan dan urgensi pengadaan armada jumbo tersebut. (UK)

Bagikan: