Blokade Selat Hormuz Dimulai, Amerika Serikat Siap Hancurkan Kapal Iran

Oleh redaksi

pada Selasa, 14 April 2026

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan Amerika Serikat siap mengambil tindakan militer terhadap kapal Iran setelah blokade di Selat Hormuz resmi diberlakukan. Kebijakan ini menandai eskalasi terbaru konflik antara kedua negara.

Blokade mulai berlaku pada Senin (13/4/2026) pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB. Langkah ini menyasar kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran di tengah ketegangan yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataannya, Trump memperingatkan kapal cepat milik Iran akan menjadi target jika mendekati area blokade. Ia menyebut respons militer akan dilakukan tanpa kompromi.

Baca juga  Iran Luncurkan Rudal ke Israel Tengah, Permukiman Rusak dan Enam Warga Terluka

“Jika kapal-kapal ini mendekati blokade kami, mereka akan segera dilenyapkan, cepat, dan brutal,” ujar Trump.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah konflik antara AS dan Iran berlangsung selama enam pekan terakhir. Iran disebut telah lebih dulu membatasi akses jalur tersebut sebagai respons atas serangan militer AS dan Israel.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global melewati kawasan ini setiap harinya.

Situasi ini memicu kekhawatiran gangguan terhadap pasokan energi global. Sejumlah analis menilai kondisi tersebut berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Baca juga  Rokok Ilegal Akan Diatur, Pemerintah Targetkan Kebijakan Berlaku Mei 2026

Trump juga mengaitkan kebijakan ini dengan operasi militer AS sebelumnya terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba. Operasi tersebut diketahui telah menewaskan lebih dari seratus orang dalam beberapa bulan terakhir.

Pendekatan serupa kini diterapkan terhadap kapal Iran yang dianggap mengancam. Hal ini menunjukkan perluasan strategi militer AS dari perang narkoba ke konflik geopolitik.

Meski Trump mengklaim kekuatan angkatan laut Iran telah melemah, sejumlah analis menilai Iran masih memiliki kemampuan perlawanan. Negara tersebut disebut dapat mengandalkan taktik asimetris.

Baca juga  Trump Ancam Tarik AS dari NATO

Beberapa di antaranya termasuk penggunaan kapal cepat bersenjata, kapal selam kecil, hingga ranjau laut. Taktik ini dinilai cukup efektif untuk mengganggu operasi militer dan pelayaran di kawasan.

Dengan situasi yang terus memanas, kebijakan blokade dan ancaman militer ini meningkatkan risiko konflik yang lebih luas. Stabilitas kawasan dan jalur perdagangan energi global kini berada dalam tekanan.

“Jika kapal-kapal ini mendekati blokade kami, mereka akan segera dilenyapkan,” ujar Trump. (UK)

Bagikan: