AHY Perkuat Sinergi Infrastruktur untuk Dukung Industri Baterai Indonesia

Oleh redaksi

pada Rabu, 15 April 2026

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Dok: Kemenko IPK)

URBANKALTIM.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur guna mendukung pengembangan industri baterai nasional. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat transisi energi dan penguatan kendaraan listrik di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan AHY saat menerima audiensi National Battery Research Institute di Kantor Kemenko Infrastruktur, Senin (13/4/0226). Pertemuan itu juga membahas rencana penyelenggaraan Indonesia Battery Summit 2026.

Dalam pertemuan tersebut, AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus terintegrasi dengan kebutuhan industri strategis. Menurutnya, sektor ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik.

Baca juga  Sidang Terbuka Kasus Pelecehan, 16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Disoraki

Ia menyebut pemerintah siap mengoordinasikan berbagai kebijakan agar berjalan selaras. Tujuannya agar setiap program mampu memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

“Infrastruktur memiliki cakupan luas dan menjadi fondasi berbagai sektor, termasuk pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik,” ujar AHY, Rabu (15/4/2026).

AHY juga menyinggung pentingnya percepatan transisi menuju energi baru terbarukan. Ia menyebut sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon yang besar.

Baca juga  TNI Jadi Korban Konflik Israel Hezbollah, Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

Karena itu, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai menjadi langkah strategis untuk mencapai target net zero emissions pada 2060. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Selain itu, AHY menyoroti potensi besar Indonesia dalam sektor mineral kritis. Ia menilai hilirisasi menjadi kunci agar sumber daya tersebut memiliki nilai tambah tinggi.

Menurut AHY, pengembangan industri baterai membutuhkan dukungan dari berbagai sektor. Mulai dari tata ruang, infrastruktur dasar, hingga transportasi harus terhubung dalam satu ekosistem.

Baca juga  Uni Eropa Dorong Solusi Diplomatik untuk Akhiri Konflik Iran

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan agenda Indonesia Battery Summit 2026 dengan prioritas pembangunan nasional. Fokus utamanya pada industrialisasi, dekarbonisasi, dan penguatan kendaraan listrik.

AHY menegaskan pemerintah terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan industri baterai nasional.

“Kami terbuka untuk bekerja sama dan memastikan setiap inisiatif berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional,” ujar AHY. (UK)

Bagikan: