Indonesia Masuk Survival Mode, Menteri Keuangan Ingatkan Kebijakan Harus Serius

Oleh redaksi

pada Minggu, 26 April 2026

Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Pemerintah mengakui tekanan global yang meningkat membuat kondisi ekonomi Indonesia berada dalam fase bertahan. Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut situasi ini sebagai survival mode yang menuntut kebijakan dijalankan secara serius dan terukur.

Ia menegaskan tidak ada lagi ruang untuk kebijakan yang bersifat coba-coba. Seluruh langkah pemerintah harus diarahkan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, kondisi global yang tidak menentu memaksa pemerintah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Setiap peluang harus dimanfaatkan secara maksimal tanpa membuka celah risiko baru.

Baca juga  Bekali Pentingnya Manfaat Bambu, Otorita IKN Sampaikan Ini ke Masyarakat Sekitar

Ia menekankan bahwa pemerintah kini bekerja dalam keterbatasan ruang gerak. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus benar-benar berdampak dan tidak boleh sia-sia.

“Artinya kita enggak boleh main-main lagi,” kata Purbaya, Sabtu (25/4/2026).

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa arah kebijakan ekonomi ke depan akan lebih disiplin. Pemerintah juga berupaya memastikan setiap program berjalan efektif dan terpantau.

Dalam upaya menjaga momentum ekonomi, pemerintah telah membentuk satuan tugas percepatan program. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Baca juga  Rupiah Menguat ke Rp17.168, Sinyal Kuat atau Efek Sesaat

Satgas tersebut bertugas mengawal pelaksanaan program sekaligus mengatasi berbagai hambatan di lapangan. Upaya ini dikenal sebagai debottlenecking untuk memastikan kebijakan tidak tersendat.

Purbaya menyebut seluruh program strategis akan berada dalam pengawasan ketat satgas. Hal ini menjadi bagian dari strategi menghadapi situasi survival mode.

Selain mempercepat program, pemerintah juga menyoroti pentingnya menutup celah inefisiensi dalam perekonomian. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak dan kepabeanan.

Baca juga  Rupiah Melemah, Gubernur BI Pastikan Nilainya Masih Undervalued

Meski kinerja Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai dinilai telah membaik, Purbaya mengakui masih ada potensi kebocoran. Kondisi ini dinilai tidak bisa lagi dibiarkan dalam situasi saat ini.

Ia menegaskan bahwa setiap potensi kebocoran harus segera ditutup untuk menjaga kesehatan fiskal. Pemerintah juga akan memperkuat pengawasan agar tidak ada praktik yang merugikan negara.

“Jadi itu yang disebut survival mode,” kata Purbaya. (UK)

Bagikan: