TENGGARONG – Jumlah perempuan kepala keluarga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terbilang tinggi dan tersebar di 20 kecamatan. Menyikapi hal ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar terus memperkuat Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Salah satu gebrakan terbaru adalah peluncuran Gerai Berkah PEKKA bertajuk PIJAR atau Perempuan Inspiratif Jual Asa dan Rasa. Gerai ini berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, dan menawarkan berbagai produk, mulai dari kue hingga hasil kreasi kelompok PEKKA setempat.
Peresmian gerai dilakukan oleh Ketua TP PKK Kukar, Andi Deezca Pravidhia Aulia, pada Sabtu (2/8/2025), didampingi Plt Kepala DP3A Hero Suprayetno, Kepala DKP Muslik, serta Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Sri Wahyuni. Momen ini juga menjadi ajang memperkenalkan produk PEKKA kepada masyarakat luas.
Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menegaskan bahwa gerai ini dirancang untuk menjadi penopang ekonomi perempuan kepala keluarga. Ia menargetkan sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dunia usaha agar produk PEKKA bisa masuk ke jaringan penjualan yang lebih luas.
“Kita akan membangun komunikasi dan membuat outlet-outlet misal di minimarket. Dan untuk menunjangnya kita perlu peran OPD terkait. Bahkan dunia usaha juga akan kami upayakan terlibat, sehingga mendukung produksi para perempuan kepala keluarga,” ujar Hero didampingi Kabid PUGP3SDGA DP3A Kukar, Chalimatus Sa’diah.
Selain memperkuat kemandirian ekonomi, Hero menyebut gerai ini juga berperan dalam meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga. Sosialisasi akan terus dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas, dengan target kehadiran gerai di seluruh kecamatan.
“Launching awal di Tenggarong, karena di sini tertinggi kelompok PEKKA. Kita pun di DP3A akan memfasilitasi baik di peningkatan SDM sampai sarana prasarana,” tambahnya.
Untuk merealisasikan gerai di 20 kecamatan, DP3A akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan. “Kami komitmen untuk melakukan pembekalan dan peningkatan SDM bagi perempuan kepala keluarga, sehingga mereka dapat terberdayakan secara ekonomi,” tutup Hero. (Adv)





