TENGGARONG – Pemberdayaan perempuan di Desa Mulawarman terus menunjukkan hasil nyata. Sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di desa tersebut sejak 2018 membentuk Kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Rembulan, yang kini sukses menjadi wadah kreatif sekaligus penopang ekonomi keluarga.
Kelompok ini beranggotakan 10 orang, dengan fokus utama mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual. “Kelompok ini menjadi wadah bagi masyarakat, untuk mengembangkan potensi yang dimiliki khususnya di bidang UMKM,” kata Ketua Kelompok UMKM Rembulan, Muginem, Selasa (2/9/2025).
Dari dapur sederhana, mereka mampu menghasilkan berbagai camilan khas seperti keripik nangka, rambak pisang, keripik pare, keripik singkong, keripik keladi, peyek, hingga semprong. Semua produksi dilakukan secara gotong royong, lalu dipasarkan baik melalui kelompok maupun secara pribadi.
“Hasil produk ini dipasarkan melalui kelompok dan secara pribadi. Kami terus berupaya mempromosikan seluruh produk UMKM Rembulan secara lebih luas,” ucapnya.
Tak hanya di desa, jangkauan pemasaran produk UMKM Rembulan sudah merambah ke berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Harganya pun terjangkau, mulai Rp15 ribu hingga Rp35 ribu per bungkus, bergantung jenis dan bahan baku.
Dengan konsistensi dan kerja sama, kelompok ini mampu mencatat omset hingga Rp26 juta per bulan. “Dalam satu bulan bisa memperoleh sekitar Rp26 juta,” imbuh Muginem.
Ia menegaskan, pencapaian itu tidak diraih dengan mudah. Perjalanan UMKM Rembulan penuh jatuh bangun, mulai dari kendala permodalan, pemasaran, hingga keterbatasan produksi. Namun semangat anggota untuk tetap bertahan membuat usaha ini berkembang.
Kini, UMKM Rembulan bukan hanya menjadi tempat mengisi waktu luang para IRT, tetapi juga simbol pemberdayaan perempuan desa yang mampu berkontribusi pada ekonomi keluarga sekaligus mengangkat citra produk lokal Kukar. (Adv)





