Klinik WPM Dispora Kukar Jadi Inkubator Bisnis Pemuda, Dukungan Disesuaikan Kebutuhan

Oleh redaksi

pada Kamis, 30 Oktober 2025

Klinik WPM Dispora Kukar (Istimewa)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan pemuda melalui program Klinik Wira Usaha Pemuda Mandiri (WPM), yang kini berperan sebagai inkubator bagi generasi muda yang merintis bisnis, termasuk usaha kopi yang makin diminati.

Program ini bukan hanya menyediakan bantuan alat dan sarana usaha, tetapi juga melakukan pendampingan berkala agar setiap pemuda mendapatkan dukungan yang tepat sesuai kebutuhan bisnisnya.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Derry Wardana, menyampaikan bahwa Klinik WPM dirancang sebagai ruang konsultasi sekaligus pusat koordinasi untuk memahami kebutuhan para pelaku usaha muda.

Baca juga  Pembangunan di Samboja Melesat, Camat Pastikan Proyek Sesuai Target

“Program ini dirancang khusus untuk menyediakan bantuan penunjang usaha kepada para pemuda yang ingin mengembangkan bisnisnya,” kata Derry.

Setiap pelaku usaha yang ingin memperoleh bantuan terlebih dahulu harus terdaftar sebagai peserta Klinik WPM. Melalui forum ini, mereka mengikuti rangkaian kegiatan, sesi diskusi, dan pendampingan yang memungkinkan dinas mengidentifikasi perkembangan masing-masing usaha.

“Melalui proses ini, data para peserta akan tercatat, sehingga pihak dinas dapat memahami kebutuhan spesifik tiap individu,” jelas Derry.

Baca juga  Dispora Kukar Jadikan FKPR Sebagai Indikator Keberhasilan Pembinaan Pemuda

Ia menegaskan bahwa pola pendampingan WPM tidak bisa diseragamkan. Tiap pelaku usaha memiliki tantangan berbeda, mulai dari kapasitas produksi, jenis produk, hingga segmen pasar.

Derry mencontohkan bahwa bantuan berupa alat roasting harus disesuaikan dengan kemampuan produksi masing-masing usaha kopi. Begitu pula dengan mesin kopi yang tersedia dalam berbagai spesifikasi, harus cocok dengan karakter bisnis yang dijalankan.

“Kami akan melakukan diskusi dan berbagi informasi dengan para pelaku usaha untuk menggali kebutuhan mereka secara mendalam. Tidak semua bantuan bisa disamaratakan,” tegasnya.

Baca juga  O2SN Renang Kukar Jadi Wadah Pemetaan Talenta, Atlet dari 7 Kecamatan Unjuk Gigi

Dengan pendekatan konsultatif ini, Dispora Kukar memastikan setiap bantuan benar-benar berdampak, bukan hanya sekadar penyerahan alat.

Melalui Klinik WPM, komunikasi dengan pelaku usaha dilakukan secara intensif. Dinas ingin memastikan bahwa setiap pemuda mendapatkan dukungan yang relevan agar usahanya bisa berkembang lebih cepat dan lebih profesional.

“Di Klinik Wira Usaha Pemuda Mandiri, komunikasi dengan para pelaku usaha dilakukan secara mendetail. Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dan bermanfaat untuk pengembangan usaha mereka,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: