TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas ruang gerak bagi generasi muda agar benar-benar menjadi motor pembangunan daerah. Melalui program Kukar Idaman Terbaik, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar mendorong anak muda lebih percaya diri mengambil peran, memanfaatkan peluang, dan meningkatkan kapasitas diri di berbagai bidang.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas lengkap untuk mendukung kemandirian pemuda. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga beasiswa pendidikan yang mencakup studi di dalam maupun luar daerah.
“Pemerintah sudah membuka akses seluas-luasnya bagi pemuda yang ingin maju. Hanya saja, masih ada yang ragu untuk memulai. Kami selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berkonsultasi atau mencari informasi, silakan datang ke kantor Dispora,” ujarnya.
Dery menilai tantangan terbesar dalam membangun generasi muda mandiri bukan lagi pada ketersediaan fasilitas, melainkan kurangnya inisiatif dan kepercayaan diri dari sebagian pemuda. Banyak kesempatan disediakan, namun tidak jarang dibiarkan berlalu begitu saja.
“Banyak peluang sudah terbuka, tapi terkadang rasa sungkan dan kurang percaya diri membuat kesempatan itu lewat begitu saja,” jelasnya.
Melalui program ini, Pemkab Kukar tidak hanya fokus pada pelatihan wirausaha dan kerja, tetapi juga memperkuat sisi pendidikan. Dispora menyediakan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa untuk mendukung pemuda membangun masa depan yang lebih kompetitif.
“Program ini tidak semata-mata tentang pelatihan atau wirausaha. Melalui pendidikan, kami ingin membantu pemuda membangun masa depan yang lebih baik dan berdaya saing,” katanya.
Dispora Kukar ingin memastikan setiap peserta pelatihan tidak berjalan sendirian setelah kegiatan berakhir. Pendampingan lanjutan diberikan agar para pemuda bisa terus berkembang dan menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi di fase awal pengembangan diri.
“Kami ingin program ini benar-benar berdampak. Jika peserta menghadapi kendala setelah pelatihan, kami siap membantu mencari solusi bersama,” pungkasnya. (Adv)





