TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Penkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggeser cara pandang dalam membangun generasi muda. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), arah kebijakan kepemudaan kini tidak lagi ditentukan dari meja birokrat, tetapi dari suara dan kebutuhan pemuda di lapangan. Pendekatan ini menandai perubahan besar dari pola pembinaan lama yang bersifat top-down menuju model partisipatif yang lebih responsif.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa perubahan ini dilakukan agar kebijakan dan program benar-benar menyentuh kebutuhan generasi muda, bukan sekadar menggugurkan kewajiban kegiatan tahunan.
“Sekarang kami mulai dari bawah, dari apa yang dibutuhkan pemuda di lapangan. Kami tidak ingin lagi membuat kegiatan yang sekadar formalitas tanpa dampak langsung,” ujarnya.
Kebijakan baru ini sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik yang memposisikan pemuda sebagai aktor pembangunan daerah. Pemuda tidak hanya diarahkan mengikuti kegiatan, tetapi dilibatkan sebagai penggerak perubahan, terutama di sektor-sektor produktif.
“Pemuda harus terlibat dalam pembangunan strategis daerah. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi ikut menentukan arah kemajuan,” tegasnya.
Salah satu fokus utama Dispora adalah membuka peluang bagi pemuda untuk memasuki sektor pertanian modern. Menurut Aji, sektor ini memiliki daya saing tinggi jika dikelola dengan teknologi dan manajemen yang tepat.
“Bertani sekarang bukan lagi pekerjaan tradisional. Dengan inovasi dan teknologi, ini bisa menjadi profesi modern dan berdaya saing,” katanya.
Tak hanya bertumpu pada produksi, pemuda juga didorong terlibat pada rantai nilai pertanian mulai dari pengolahan hasil, pengemasan, hingga pemasaran produk lokal. Upaya ini bertujuan membuka peluang kerja baru dan melahirkan wirausaha muda berbasis agrikultur.
Dispora juga memperkuat peran DPK KNPI sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau pemuda yang belum memiliki pekerjaan atau belum tersentuh program pembinaan.
“DPK paling memahami kondisi pemuda di wilayahnya. Mereka bisa membantu pemerintah mengarahkan pemuda untuk mengikuti pelatihan dan program peningkatan kapasitas,” jelas Aji Ali.
Untuk menciptakan ekosistem pemuda yang berdaya saing, Dispora Kukar terus memperluas sinergi dengan organisasi kepemudaan, komunitas lokal, dan lembaga pelatihan. Model kolaboratif ini diharapkan mempercepat pertumbuhan kapasitas pemuda sekaligus membuka lebih banyak peluang pekerjaan.
“Kami ingin pemuda Kukar menjadi bagian penting dari perubahan. Mereka harus tumbuh sebagai generasi yang siap menghadapi tantangan zaman,” tutupnya. (Adv)





