TENGGARONG — Gerakan pembinaan pemuda di Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki fase baru dengan pendekatan yang lebih inklusif dan menyehatkan. Program kolaboratif antara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kukar, Yayasan Jantung Sehat Indonesia (YJSI) Kukar, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar kembali digelar di tingkat kecamatan, menjadi agenda rutin yang akan menyentuh seluruh wilayah se-Kukar.
Ketua DPD KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, menyebut bahwa kegiatan jalan sehat ini bukan hanya agenda olahraga, tetapi juga strategi mengaktifkan kembali roda organisasi di tingkat akar rumput.
“Tujuannya untuk membangkitkan kembali semangat kawan-kawan di kecamatan yang sebelumnya sempat tidak aktif. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali organisasi KNPI di tingkat kecamatan dengan cara yang menyenangkan dan menyehatkan,” ujarnya Rabu (5/11/2025).
Sejauh ini, kegiatan telah berjalan di delapan kecamatan dan akan dilanjutkan ke 12 kecamatan lainnya. Bagi KNPI, ini adalah momentum penting untuk merangkul generasi muda, membangun energi baru, sekaligus menyatukan kembali struktur organisasi hingga level desa.
Menurut Rian, jalan sehat menjadi medium yang efektif untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat mental dan fisik pemuda.
“Anak muda Kukar harus sehat, baik jasmani maupun rohani. Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan bersama Dispora dan YJSI di 20 kecamatan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh DPK KNPI termasuk Loa Kulu untuk semakin aktif bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam menyelenggarakan kegiatan produktif yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif KNPI dan YJSI dalam menghidupkan suasana positif di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa integrasi antara pemuda, pemerintah, dan komunitas menjadi fondasi penting pembinaan kepemudaan di Kukar.
“Apresiasi besar kami berikan kepada seluruh peserta, khususnya para ibu-ibu yang sangat antusias mengikuti kegiatan sore itu. Kalau ibunya sehat dan bahagia, rumah tangganya pun akan harmonis,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat, menurut Aji, menjadi indikator kuat bahwa gaya hidup sehat dan kegiatan positif mampu mempererat interaksi sosial sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tingkat kecamatan.
Aji berharap semangat olahraga yang tercipta dalam kegiatan ini tidak berhenti pada satu momentum saja, tetapi berubah menjadi gaya hidup masyarakat.“Kami berharap semangat ini terus terjaga, karena membangun masyarakat yang sehat adalah langkah awal menuju Kutai Kartanegara yang kuat dan berdaya saing,” pungkasnya. (Adv)





