Siap Sinergi Dengan DMI, Dispora Kukar Dorong Kemandirian IRMA

Oleh redaksi

pada Jumat, 7 November 2025

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni (Istimewa)

TENGGARONG — Masjid di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak lagi sekadar menjadi rumah ibadah. Dalam waktu dekat, rumah-rumah Allah itu akan diperkuat menjadi pusat aktivitas ekonomi, pembinaan karakter, dan pemberdayaan pemuda.

Hal ini menyusul komitmen kuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar untuk bersinergi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam penguatan potensi kewirausahaan dan kepemudaan berbasis masjid.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, usai pelantikan pengurus DMI Kukar yang dipimpin Mantan Bupati Kukar, Edi Damansyah yang kini menjabat sebagai Ketua DMI Kukar.

“Kami mengucapkan selamat atas dilantiknya Bapak Edi Damansyah sebagai Ketua DMI Kukar. Kami di Dispora sangat mendukung gagasan beliau menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kewirausahaan,” ujar Aji Ali Husni.

Baca juga  Pantai Biru Desa Kersik Terus Dibenahi, Siap Dongkrak UMKM dan Pariwisata Lokal

Sebelum sinergi dengan DMI dikukuhkan, Dispora Kukar telah lebih dahulu membina pemuda masjid melalui pelatihan kewirausahaan IRMA. Program ini mencakup keterampilan dasar bisnis, penguatan kapasitas, hingga memfasilitasi akses permodalan bagi wirausaha muda.

“Kami sudah melaksanakan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan bagi pemuda IRMA. Ke depan, kami akan menyinergikan kegiatan tersebut dengan program-program DMI agar pembinaan ini bisa lebih luas dan berkelanjutan,” jelas Aji.

Program tersebut bukan hanya teori, tetapi juga didukung dengan fasilitas konkret. IRMA Masjid Agung Tenggarong, misalnya, telah menerima bantuan alat digital printing, komputer, laptop, printer, dan sound system. Kini unit usaha mereka berjalan dan turut mendukung aktivitas organisasi.

Baca juga  Pemdes Lebak Cilong Turunkan Stunting 80 Persen, Rahasianya Ada di Intervensi Dini dan Kolaborasi

Selain kewirausahaan, Dispora Kukar juga ingin membangun hubungan emosional pemuda dengan masjid melalui kegiatan non-keagamaan yang positif. Salah satunya adalah pengembangan sarana olahraga kecil di lingkungan masjid.

“Kami ingin anak-anak muda merasa dekat dengan masjid, bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk beraktivitas positif seperti olahraga atau usaha kecil,” kata Aji.

Dispora juga tengah menyiapkan pusat data pemuda Kukar, dan IRMA akan dilibatkan sebagai tenaga lapangan untuk mendata aktivitas kewirausahaan, kegiatan komunitas, hingga potensi pemuda di lingkungan masjid.

Baca juga  Tiga Lokasi di Kukar Diusulkan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

“Data ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan terkait pengembangan kewirausahaan pemuda di Kukar. Kami ingin memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran,” terangnya.

Sinergi Dispora–DMI ini diharapkan menciptakan ekosistem baru pembinaan pemuda berbasis masjid yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dan karakter generasi muda.

Aji menutup dengan harapan, agar model pembinaan IRMA Masjid Agung Tenggarong dapat direplikasi di masjid-masjid besar lainnya.

“Kami berharap model seperti ini bisa terus dikembangkan di masjid-masjid lain, seperti Masjid Besar Kota Bangun, agar semangat kemandirian dan kewirausahaan di kalangan pemuda semakin tumbuh,” ungkapnya. (Adv)

Bagikan: