Redi Cup 2025, Jadi Simbol Kebangkitan Sepak Bola Akar Rumput di Muara Wis

Oleh redaksi

pada Senin, 17 November 2025

Suasana pelaksanaan Tournamen Sepakbola Redi Cup di Muara Wis (Istimewa)

TENGGARONG — Turnamen Sepak Bola Redi Cup 2025 di Kecamatan Muara Wis, Kahupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya selesai sebagai kompetisi tahunan, tetapi berubah menjadi bukti semakin solidnya sepak bola akar rumput (grassroots football) di Kutai Kartanegara (Kukar).

Melibatkan 45 klub dari berbagai wilayah, ajang ini memperlihatkan bagaimana desa dan kecamatan mampu menjadi pusat tumbuhnya bibit atlet masa depan.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menilai Redi Cup 2025 telah menjadi model ideal tentang bagaimana masyarakat dapat membangun olahraga secara mandiri tanpa harus menunggu program pemerintah.

Baca juga  Kompleks Stadion Aji Imbut Disiapkan Jadi Pusat Aktivitas Keluarga, Dispora Kukar Terus Benahi Fasilitas

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang terlibat. “Keberhasilan turnamen tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa, kecamatan, panitia lokal, serta masyarakat setempat yang turut berkontribusi dalam pelaksanaannya,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ali melihat bahwa inisiatif seperti Redi Cup menjadi bukti bahwa gairah sepak bola di daerah bukan hanya milik kota besar atau klub profesional. Ia menegaskan bahwa pembinaan sejati dimulai dari desa, tempat para pemain muda pertama kali mengenal kompetisi dan disiplin olahraga.

“Kami menyambut positif setiap kegiatan olahraga yang diprakarsai masyarakat. Ia menilai penyelenggaraan turnamen seperti Redi Cup 2025 adalah bukti nyata bahwa semangat membangun olahraga dapat tumbuh dari tingkat kecamatan,” jelasnya.

Baca juga  Kredit Kukar Idaman Terbaik Jadi Strategi Dorong UMKM Naik Kelas

Dispora Kukar mendorong agar setiap desa dan kecamatan tidak ragu untuk menjadi tuan rumah kompetisi olahraga mandiri. Semakin banyak kompetisi lokal yang digelar, semakin besar peluang munculnya pemain muda yang terasah mental bertanding serta teknik permainan mereka.

Menurut Ali, turnamen seperti Redi Cup memiliki dampak berlapis: selain memicu persaingan sehat, juga membangun relasi antarklub, menghidupkan lapangan desa, dan menghidupkan kembali kebanggaan komunitas terhadap olahraga mereka.

Turnamen ini juga disebut sebagai ruang penting untuk menilai perkembangan para pemain muda. Dari fisik, teknik dasar, hingga kemampuan membaca permainan, semuanya terbentuk lebih cepat ketika mereka rutin tampil di kompetisi.

Baca juga  Dukung Perkembangan Wisata di Tingkat Desa, Dispar Kukar Bakal Bangun Homestay Percontohan

Dispora Kukar memastikan akan terus memberikan dukungan terhadap turnamen masyarakat yang menumbuhkan dampak positif jangka panjang. Pemerintah daerah, kata Ali, ingin melihat lebih banyak inisiatif serupa untuk memperkuat fondasi pembinaan atlet.

“Kami berharap turnamen seperti Redi Cup dapat terus berkembang dan melahirkan bibit-bibit atlet masa depan yang akan membawa nama baik Kukar di ajang yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: