Renang Jadi Mesin Medali POPDA, Dispora Kukar Soroti Regenerasi Atlet Muda

Oleh redaksi

pada Rabu, 26 November 2025

Gelaran Cabor Renang di POPDA Kaltim 2025 (Istimewa)

TENGGARONG — Cabang olahraga renang kembali menjadi lokomotif tambahan medali bagi Kontingen Kutai Kartanegara (Kukar) pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur 2025.

Hingga Rabu (26/11/2025), Kukar telah mengoleksi enam medali dari arena Kolam Renang Junjung Buyah, dan peluang panen medali masih terbuka lebar.

Namun bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, capaian ini tidak hanya soal angka. Ada dinamika pembinaan yang lebih besar sedang berlangsung, regenerasi atlet renang Kukar ternyata berjalan lebih cepat dibanding daerah lain.

Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, menyampaikan apresiasi sekaligus optimisme terhadap perkembangan akuatik Kukar. Ia menilai perolehan medali saat ini baru permulaan.

Baca juga  Seorang Petani Hilang Sejak 28 Januari, Tim SAR Sisir 138 Km² Hutan Marang Kayu

“Ya, Alhamdulillah, kalau ditotal kita sudah dapat 6 medali dengan yang kemarin. Mudah-mudahan besok bisa nambah 2 lagi. Kami dari Dispora selalu mensupport semua cabang olahraga, tidak hanya akuatik,” ujarnya di Kolam Renang Junjung Buyah Tenggarong.

Yang membuat capaian medali ini terasa lebih istimewa adalah faktor usia atlet. Mayoritas atlet renang Kukar masih duduk di bangku SMP.

Berbeda dengan kontingen daerah lain yang mengandalkan atlet usia SMA dengan postur dan pengalaman bertanding lebih matang.

Syafliansyah menilai, kondisi ini justru membuka peluang besar bagi Kukar dalam jangka panjang.

Baca juga  Koperasi Merah Putih di Kukar Siap Jalankan 6 Unit Usaha Strategis

“Rata-rata atlet kita masih usia SMP, sementara atlet dari daerah lain itu sudah SMA. Jadi sebenarnya atlet kita ini potensinya masih panjang. Ini bagus karena perjalanan mereka masih jauh dan bisa berkembang lebih jauh,” jelasnya.

Fenomena serupa juga terlihat di beberapa cabang olahraga lain. Artinya, Kukar tengah membangun fondasi regenerasi atlet yang lebih kuat daripada sekadar mengejar kemenangan instan.

Dispora Kukar melihat POPDA sebagai ajang ukur kemampuan, bukan satu-satunya tujuan prestasi. Dengan dominasi atlet muda, Kukar menegaskan bahwa arah pembinaan lebih mengutamakan keberlanjutan jangka panjang.

Baca juga  Kue Keroncong Teluk Dalam Jadi Primadona Oleh-oleh, Omset Pedagang Bisa Tembus Jutaan

Mengenai peluang juara umum, Syafliansyah menilai secara realistis bahwa Kukar masih kalah jumlah atlet dibanding daerah lain yang menurunkan kontingen besar.

“Kalau bicara strategi juara umum, jumlah atlet kita tidak sebanyak kabupaten/kota lain. Yang paling banyak itu kan daerah lain. Jadi kalau sekarang posisi ketiga ya wajar,” katanya.

Hingga Rabu malam, Kukar masih bercokol di peringkat ketiga klasemen sementara.

“Saya belum tahu update terbaru setelah penambahan dari akuatik, nanti malam kita lihat. Tapi kayaknya masih di posisi tiga,” tandasnya. (Adv)

Bagikan: