SANGATTA — Di tengah kompleksitas pelayanan administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur menegaskan satu prinsip utama: pelayanan adalah bentuk pengabdian, bukan rutinitas birokrasi.
Prinsip itu disampaikan langsung oleh Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, yang menekankan bahwa seluruh proses adminduk harus dijalankan dengan hati dan empati.
“Kerja di Capil ini betul-betul membantu orang. Pelayanan yang kami berikan itu tulus,” ujarnya dalam wawancara kepada UrbanKaltim.com, Senin (10/11/2025).
Jumeah menggambarkan bagaimana setiap hari jajaran Disdukcapil bertemu dengan beragam situasi warga.
Ada ibu yang baru melahirkan dan harus segera mengurus akta kelahiran, ada pula orang tua yang datang tergesa-gesa karena anaknya membutuhkan BPJS untuk operasi.
Situasi-situasi ini tidak bisa dihadapi sebatas prosedur.
Dibutuhkan empati dan kecepatan dalam bertindak.
Di sinilah Program Parkit Mas memainkan peran penting—memberikan NIK dan akta kelahiran bagi bayi sesaat setelah lahir agar layanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan.
Menurut Jumeah, pengabdian Disdukcapil juga tercermin dalam Program Isbat Nikah Terpadu.
Banyak pasangan yang membutuhkan kepastian hukum untuk keluarga mereka, terutama untuk masa depan anak-anak.
“Kami memberikan kepastian hukum. Itu hal penting yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Di balik proses verifikasi, ada banyak kisah sosial: keluarga yang ragu, pasangan yang terkendala persoalan rumah tangga, hingga kasus dokumen yang lama tidak diurus.
Semua itu menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran.
Meski menghadapi beban kerja tinggi dan dinamika sosial, Disdukcapil Kutim tetap berpegang pada prinsip pelayanan bersih.
Jumeah memastikan bahwa layanan adminduk harus bebas dari gratifikasi dan pungutan tanpa dasar hukum.
Komitmen ini diperkuat dengan inovasi digital, seperti Siap Kawal, Parkit Mas, Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga pelayanan jemput bola melalui mobil keliling.
Layanan-layanan ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga menutup celah terjadinya pungli dan mempermudah masyarakat dari berbagai wilayah.
Tingginya penilaian positif dari masyarakat—ribuan warga memberi kategori “sangat baik” melalui aplikasi Siap Kawal—menjadi dorongan bagi Disdukcapil untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Bagi Jumeah dan timnya, angka kepuasan publik bukan sekadar statistik, tetapi bukti bahwa upaya mereka membantu masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya.
Dengan komitmen kuat dan pelayanan yang dijalankan dengan ketulusan, Disdukcapil Kutai Timur berharap dapat terus menjadi instansi yang hadir di momen-momen penting kehidupan warga—dari kelahiran hingga urusan legalitas keluarga. (ADV)





