Kutim Pacu Mekanisasi Pertanian, Modernisasi Alsintan Jadi Strategi Utama Percepat Produksi Padi

Oleh redaksi

pada Jumat, 28 November 2025

Penggunaan Alsintan moderen di Kutim (Istimewa)

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin menguatkan agenda mekanisasi pertanian sebagai langkah strategis dalam percepatan produksi pangan daerah. Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kini diposisikan sebagai kebutuhan dasar untuk mengejar peningkatan produktivitas padi di tengah bertambahnya kebutuhan pangan dan perluasan areal tanam.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi distribusi Alsintan karena dilakukan berdasarkan kebutuhan riil kelompok tani agar dampaknya lebih terukur dan tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa tanpa mekanisasi, Kutim akan sulit mengejar target produksi padi yang masih bergantung pada suplai dari daerah lain.

Baca juga  Loa Lepu Siap Kelola Sampah Mandiri, Incinerator Jadi Andalan Menuju Desa Wisata

“Kita tidak mungkin mengejar target produksi tanpa mekanisasi. Karena itu alsintan menjadi kebutuhan dasar, bukan tambahan,” ujarnya.

Penyaluran Alsintan tahun ini diprioritaskan untuk enam lumbung pangan melalui bantuan berupa traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, dan berbagai jenis pompa air berbasis solar maupun listrik.

Tidak semua kelompok tani menerima Alsintan secara bersamaan. Pemerintah menerapkan skema bertahap untuk memastikan distribusi merata dan sesuai kesiapan lapangan.

“Bantuan ini kita arahkan ke kelompok yang benar-benar siap, dalam artian punya lahan, rencana tanam jelas, dan sumber air memadai,” jelasnya.

Baca juga  Konsistensi Pendidikan Tinggi Gratis Jadi Modal Kutai Timur Terapkan Wajar 13 Tahun

DTPHP Kutim menekankan bahwa Alsintan harus digunakan bersama. Satu unit alat dapat melayani tiga hingga empat kelompok tani, sehingga manfaatnya lebih luas dan tidak terkonsentrasi pada satu desa saja.

Dessy juga menuturkan bahwa modernisasi Alsintan telah menunjukkan hasil konkret. Di Kaubun, waktu tanam berkurang hampir 40 persen berkat penggunaan rice transplanter.

“Petani yang sebelumnya membutuhkan tiga hari untuk menanam satu hektare, kini hanya memerlukan satu hari penuh,” sebutnya.

Baca juga  Asisten III Setkab Kukar Hadiri Halal Bihalal Perumda Tirta Mahakam, Tekankan Pentingnya Sinergi

Selain mempercepat proses tanam, mekanisasi juga membawa peningkatan kualitas hasil. Jarak tanam yang seragam membuat tanaman tumbuh lebih stabil, sehingga hasil panen lebih merata.

Perubahan ini membuat petani semakin yakin untuk melakukan tanam pada musim kedua dan ketiga, sehingga frekuensi tanam dalam satu tahun dapat meningkat.

Dessy menegaskan bahwa modernisasi alsintan adalah bagian dari transformasi pertanian Kutim menuju sistem yang lebih efisien dan berdaya saing.

“Ke depan kita ingin petani bekerja lebih cepat, lebih ringan, dan lebih produktif. Itu baru namanya pertanian masa depan,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: