Warga Takut Berlayar Saat Cuaca Buruk, Camat Sangatta Selatan Tekankan Pentingnya Dermaga Layak

Oleh redaksi

pada Rabu, 12 November 2025

Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati.(Istimewa)

SANGATTA – Akses transportasi laut yang menjadi nadi mobilitas masyarakat Sangatta Selatan kembali mendapat perhatian serius.

Di sejumlah desa pesisir, warga masih mengandalkan jalur laut untuk kebutuhan harian—mulai dari aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga perjalanan anak-anak menuju sekolah.

Namun di balik ketergantungan itu, banyak warga merasa cemas setiap kali harus berlayar, terutama saat cuaca berubah ekstrem.

Minimnya fasilitas dermaga yang aman dan layak membuat masyarakat semakin rentan terhadap risiko kecelakaan di perairan terbuka.

Kondisi ini mendorong pemerintah kecamatan untuk mempercepat pengusulan pembangunan dermaga permanen yang lebih representatif.

Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, dalam wawancaranya pada Rabu (12/11/2025) mengatakan bahwa, kekhawatiran warga semakin besar seiring seringnya terjadi gelombang tinggi pada musim tertentu.

Baca juga  Anggaran Dipangkas, Disdikbud Kukar Tetap Fokus Jaga Kualitas Pendidikan

Orang tua, terutama para ibu, merasa takut melepas anak mereka naik kapal kecil ketika cuaca tidak menentu.

“Ibu-ibu pernah bilang ke saya, mereka takut melepas anaknya naik kapal ketika cuaca buruk. Itu kondisi yang harus kita perbaiki,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jalur laut merupakan akses utama bagi beberapa desa yang belum memiliki konektivitas darat yang memadai.

Ketika ombak besar datang, warga terpaksa membatalkan perjalanan penting karena tidak ingin mengambil risiko keselamatan.

Menurut Rusmiati, masalah tersebut tidak sekadar menyangkut kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan warga yang harus menjadi prioritas pemerintah.

Baca juga  Diskop UKM Kukar Siapkan Klinik dan UMKM Center, 2026 Target Enam Kecamatan

Dermaga yang tidak layak membuat kapal sulit bersandar stabil, apalagi ketika cuaca memburuk.

Situasi ini meningkatkan potensi kapal terbalik, penumpang tergelincir, atau kecelakaan lain yang membahayakan.

Pemerintah kecamatan, lanjutnya, telah mengusulkan pembangunan dermaga permanen kepada pemerintah kabupaten.

Namun, realisasi proyek membutuhkan proses panjang, termasuk penyusunan kajian teknis, kesesuaian tata ruang, dan kesiapan anggaran.

“Kami tidak bisa bangun begitu saja. Semua harus sesuai dengan kajian teknis dan anggaran,” terangnya.

Selain keterbatasan infrastruktur, ia juga menyoroti minimnya armada yang memenuhi standar keselamatan.

Banyak kapal kecil belum dilengkapi alat keselamatan seperti pelampung atau jaket pelampung, sehingga warga semakin gelisah ketika harus berlayar saat cuaca buruk.

Baca juga  PSU Kukar Rampung, Pemkab Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Pasca Penetapan Hasil

Menurutnya, peningkatan fasilitas dermaga harus dibarengi dengan peningkatan standar keselamatan pelayaran oleh para pemilik kapal maupun dinas terkait.

Rusmiati menegaskan bahwa pembangunan dermaga yang layak bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Dermaga yang aman dan kuat akan mendukung mobilitas warga, membantu aktivitas ekonomi, dan memberikan rasa aman bagi anak-anak yang harus menyeberang setiap hari. “Kita ingin masyarakat merasa aman, terutama anak-anak sekolah. Mereka berhak mendapatkan akses transportasi yang lebih baik,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: