TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) terus mendorong peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai instrumen utama dalam pengentasan kemiskinan. Namun, di balik optimisme program tersebut, sejumlah tantangan lapangan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Salah satunya adalah kesiapan warga miskin yang menjadi target program dalam mengaplikasikan hasil pelatihan. Meski sudah dibekali keterampilan dan akses Kredit Kukar Idaman (KKI), sebagian peserta mengaku tetap terbentur modal usaha dan kesulitan menembus pasar yang semakin kompetitif.
“Kami sudah mendapatkan pelatihan dan pendampingan, tapi menjalankan usaha itu tidak mudah. Masalah utamanya tetap di modal dan pemasaran,” ungkap Lestari (37), warga Kecamatan Tenggarong, Rabu (13/8/2025).
Selain kendala modal, rendahnya literasi digital juga memperlambat adaptasi peserta terhadap pemasaran berbasis daring. Tidak semua peserta mampu menguasai teknologi promosi online, sehingga produk mereka kurang maksimal dalam menjangkau konsumen yang lebih luas.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, mengakui bahwa proses transformasi warga miskin menjadi pelaku UMKM mandiri bukan hal instan. Ia menegaskan pentingnya evaluasi berkala serta pendampingan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah kecamatan hingga desa.
“Kami memahami bahwa proses ini tidak instan. Karena itu, evaluasi terus dilakukan agar program benar-benar efektif dan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, Diskop UKM Kukar berencana menyesuaikan metode pelatihan agar lebih relevan dengan kondisi peserta. Fokus akan diarahkan tidak hanya pada keterampilan produksi, tetapi juga literasi keuangan, strategi pemasaran, hingga manajemen usaha sederhana.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya tahan UMKM baru agar tidak sekadar lahir, tetapi juga berkembang di tengah persaingan. “Meski penuh tantangan, program ini tetap menjadi salah satu harapan bagi masyarakat miskin di Kukar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui usaha mandiri,” pungkas Fathul. (Adv)





