TENGGARONG – Setelah tiga hari pencarian intensif, warga negara Malaysia bernama Wong Sie Tuong (65) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Patek, Desa Umaq Bekuay, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar). Penemuan ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung sejak korban dilaporkan hilang pada Kamis malam (20/11/2025).
TENGGARONG – Setelah tiga hari pencarian, operasi SAR terhadap seorang warga negara Malaysia bernama Wong Sie Tuong (65) yang dilaporkan terseret derasnya arus Sungai Patek di Kecanatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam komdisi tak bernyawa sekitar 15 Kilometer dari lokasi kejadian.
Sebelumya, Korban dilaporkan hilang setelah mobil yang dikendarainya terseret arus deras saat melintasi Sungai Patek di KM 32 Jalan Hauling Koperasi Unit Desa (KUD) Beringin Mulia pada Kamis (20/11/2025) malam.
Peristiwa itu terjadi di tengah hujan deras yang membuat debit air sungai melonjak drastis. Lebih dari 40 personel gabungan terlibat dalam operasi pencarian, terdiri dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, Damkar, petugas imigrasi, serta masyarakat setempat.
Medan yang ekstrem membuat proses pencarian memerlukan waktu dan upaya ekstra. Tim SAR harus menempuh perjalanan darat dan sungai untuk mencapai lokasi.
Selama proses pencarian, tim SAR dibagi menjadi dua regu. Tim pertama menyisir dari TKP awal di KM 32 mengikuti aliran Sungai Patek ke arah hilir menggunakan perahu karet. Tim kedua, dipimpin warga setempat, melakukan penyisiran dari arah muara sungai naik ke arah TKP.
“Korban ditemukan sekitar 15 kilometer dari titik awal kejadian pada Minggu 23 November pada pukul 14.56 Wita,” sebut Kapolsek Tabang IPTU Aldino Subroto.
Setelah ditemukan, korban kemudian dibawa menuju Desa Sidomulyo. Karena lokasi kejadian yang terpencil, proses evakuasi korban tersebut memakan waktu sekitar tiga jam.
Setelah itu, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk keperluan autopsi sebelum proses pemulangan ke pihak keluarga di Malaysia.
“Selama proses pencarian, kami juga terus berkoordinasi dengan keluarga korban melalui grup WhatsApp agar update pencarian bisa diakses keluarga korban secara real time,” tutupnya.





