Inflasi Nasional Turun ke 3,48 Persen, Namun Sejumlah Daerah Masih Tertekan

Oleh redaksi

pada Senin, 6 April 2026

Mendagri Muhammad Tito Karnavian (Istimewa)

URBANKALTIM.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan inflasi nasional turun menjadi 3,48 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah. Meski begitu, kondisi tersebut disebut belum merata di seluruh daerah.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (6/4/26). Pemerintah daerah diminta tetap waspada terhadap potensi tekanan harga ke depan.

Tito menegaskan capaian inflasi nasional yang terkendali tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia menilai masih ada wilayah yang mengalami tekanan inflasi, terutama jika dilihat dari pergerakan bulanan.

Baca juga  Rumah Sakit Beirut Nyaris Lumpuh, 1.150 Korban Luka Membludak Pascabombardir Israel

Ia menjelaskan bahwa indikator inflasi bulanan lebih mencerminkan kondisi terkini dibandingkan inflasi tahunan. Karena itu, pemda diminta lebih cermat membaca tren harga dari bulan ke bulan.

“Kita bersyukur karena inflasi kita terjaga, tetapi kita jangan berpuas diri,” kata Tito.

Dalam rapat tersebut, Tito juga menyoroti sejumlah daerah yang mengalami tekanan inflasi bulanan. Ia meminta kepala daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga.

Baca juga  Dampak Perang di Timur Tengah, Harga Plastik di Indonesia Melonjak Tajam

Beberapa wilayah yang disebut antara lain Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, NTB, Kaltim, Papua, Sulsel, Jawa Tengah, Kaltara, dan Bali. Daerah-daerah ini diminta aktif menggelar rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah.

“Ini month to month-nya enggak boleh diam, harus segera bergerak,” ujar Tito.

Tito menjelaskan tekanan inflasi umumnya dipicu oleh keterbatasan pasokan, lonjakan permintaan, serta hambatan distribusi. Karena itu, pemda diminta responsif dalam mengidentifikasi akar masalah.

Baca juga  Total Investasi Jepang dan Korea ke Indonesia Capai Rp574 Triliun

Ia juga menyoroti harga sejumlah komoditas pangan strategis yang masih tinggi di banyak daerah. Meski mulai turun, harga daging ayam ras dan telur ayam ras disebut masih mengalami kenaikan di ratusan wilayah.

“Daging ayam ras sudah penurunan tapi masih cukup tinggi di 148 daerah. Sama halnya dengan telur ayam ras juga menurun dari 256 daerah, namun masih terjadi kenaikan di 145 daerah lainnya,” kata Tito. (UK)

Bagikan: