Gula Aren Loa Lepu Terus Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Oleh redaksi

pada Selasa, 24 Juni 2025

Produk Gula Aren dari Desa Loa Lepu (Urbankaltim)

TENGGARONG – Di tengah gempuran produk modern, Maryati Juniah bersama suaminya masih setia menjaga tradisi turun-temurun memproduksi gula aren. Selama 25 tahun, pasangan ini mengandalkan keterampilan tangan dan peralatan sederhana untuk mengolah air nira menjadi gula merah bercita rasa khas.

Prosesnya tidak berubah sejak dulu. Air aren yang disadap dimasukkan ke dalam wajan besar dan dimasak dengan kayu bakar. Setelah mengental dan berwarna kecoklatan, cairan itu dituangkan ke cetakan berbentuk kerucut atau piramida hingga dingin dan mengeras.

Baca juga  Dispora Kukar Pastikan Pembonaan Atlet Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran

Gula yang dihasilkan memiliki tekstur legit dengan rasa gurih alami. Tak heran, produk ini tetap diminati konsumen meski di pasaran sudah banyak pilihan pemanis modern.

“Sekali produksi gula aren ini sekitar 25 pasang atau tungkup, satu tungkupnya dijual 16 ribu ke pengepul. Namun ke konsumen sekitar 25 ribu,” kata Maryati Juniah, Selasa (24/6/2025).

Namun, keterbatasan jumlah pohon menjadi kendala serius. Maryati hanya memiliki empat batang aren sehingga produksi belum mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Baca juga  Waterboom Pulau Kumala Hampir Rampung, Kukar Siapkan Destinasi Wisata Keluarga yang Terintegrasi

Meski begitu, dukungan dari pemerintah desa Loa Lepu memberi harapan baru. Maryati mendapat bantuan cetakan mini gula aren serta sertifikat halal yang bisa memperluas pangsa pasar.

“Terima kasih kepada pemerintah desa Loa Lepu, yang telah mendukung pelaku UMKM setempat,” ucapnya.

Ia berharap perhatian pemerintah daerah lebih besar, khususnya dalam membantu ketersediaan bahan baku, agar produksi tetap berjalan konsisten. “Produksi gula aren tersebut menjadi sumber penghasilan utama, dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Sehingga kami berharap dukungan lebih dari pemerintah daerah,” katanya.

Baca juga  Tepong Tawar Iringi Dimulainya Pembangunan Jembatan Baru di Tenggarong

Sementara itu, Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, menyebut desa memiliki sekitar 50 pelaku UMKM, termasuk pengrajin gula aren dan produsen roti balok. Untuk mendukung usaha lokal, pihaknya rutin memfasilitasi sertifikasi halal dan bantuan lain.

“Kami komitmen, untuk memajukan sektor UMKM setempat. Karena UMKM ini merupakan pondasi atau kekuatan ekonomi masyarakat,” sebut Sumali. (Adv)

Bagikan: