Kredit Kukar Idaman Terbaik Jadi Strategi Dorong UMKM Naik Kelas

Oleh redaksi

pada Selasa, 9 September 2025

Plt Kepala Diskop UKM Kukar, Taufik Zulfian Noor (Urbankaltim)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui dukungan akses permodalan. Salah satunya lewat program Kredit Kukar Idaman Terbaik (KKIT) yang difasilitasi bekerja sama dengan Bankaltimtara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kukar, Taufik Zulfian Noor, menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk meringankan pelaku usaha. KKIT disiapkan tanpa bunga, dengan plafon pinjaman yang kini meningkat hingga Rp500 juta.

Baca juga  Akses Pendidikan Terganggu, Camat Sangatta Selatan Desak Pembenahan Jalan Rusak

“Pemkab Kukar telah memfasilitasi akses permodalan lewat program KKIT, apalagi sekarang plafonnya meningkat menjadi Rp500 juta,” kata Taufik, Selasa (9/9/2025).

Meski begitu, ia mengakui peminat program masih relatif minim. Salah satu penyebabnya adalah kondisi pasar yang belum optimal. “Jika pangsa pasar biasa-biasa saja, maka pelaku usaha menilai mereka masih bisa menggunakan modal yang ada. Saat ini kita akan coba menciptakan pasar yang optimal,” jelasnya.

Baca juga  Ditargetkan Rampung Pada 2026, Gedung Ekraf Kukar Disiapkan Jadi Pusat Inovasi dan Kreativitas

Program KKIT sendiri menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) naik kelas. Tidak hanya mempermudah permodalan, tapi juga diharapkan mampu meningkatkan daya produksi dan memperluas jangkauan pemasaran.

Pihak Diskop UKM pun mengapresiasi pelaku usaha yang telah memanfaatkan fasilitas ini. “Semoga pelaku usaha betul-betul untuk pengembangan usahanya, agar terus eksis dan meningkat perekonomiannya,” ucap Taufik.

Baca juga  Defisit Beras 14 Ribu Ton, Kutim Susun Strategi Pangan untuk Capai Swasembada

Sejumlah pelaku UMKM yang telah menggunakan KKIT merasakan manfaat nyata. Tambahan modal usaha disebut membantu meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini penting, karena untuk menambah jumlah produksi dibutuhkan biaya operasional yang lebih besar.

Dengan kombinasi permodalan dan upaya penciptaan pasar baru, Pemkab Kukar optimistis program KKI dapat menjadi tonggak pengembangan ekonomi kerakyatan. “Kami berharap program ini bisa dimanfaatkan dengan sangat maksimal oleh pelaku UMKM Kukar,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: