Kukar Ekspor Kratom 200–300 Ton per Bulan, Permintaan Global Terus Naik

Oleh redaksi

pada Minggu, 19 April 2026

Tanaman Keratom (Urbankaltim)

URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Daun Keratom atau dalam bahasa ilmiah dikenal dengan mitragyna speciosa, belakangan disebut-sebut sebagai komoditas tanaman paling potensial di tanah Kutai Kartanegara (Kukar).

Selain karena proses budidayanya yang terkenal sangat mudah, komoditas tanaman khas Kalimantan yang biasa di jumpai di kawasan rawa gambut ini memiliki potensi pasar yang sangat besar secara global.

Dalam beberapa waktu terakhir, Kukar mencatat ekspor daun kratom dalam mencatat angka ratusan ton per bulan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono menyebut ekspor kratom dari wilayahnya berada di kisaran 200 hingga 300 ton per bulan. Produk tersebut dikirim ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat, India, Thailand, hingga Republik Ceko.

Baca juga  Dipindah Jauh dari Domisili, Puluhan PPPK Kukar Pilih Mundur

Ia menilai capaian ini menjadi indikator kuat bahwa kratom memiliki posisi strategis dalam mendorong ekonomi daerah, khususnya bagi petani.

“Permintaan kratom di pasar internasional terus meningkat. Negara tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, India, Thailand, hingga Republik Ceko,” ujarnya, Minggu (20/4/2026).

Sunggono menjelaskan tingginya volume ekspor tidak terlepas dari meningkatnya permintaan pasar internasional. Tren ini dinilai sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan strategi yang tepat.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan produktivitas agar mampu memenuhi standar global yang semakin ketat.

Baca juga  Tugu Equator Santan Ulu Disiapkan Jadi Magnet Wisata Baru Kukar, Dikemas dalam Jalur Wisata Terpadu

Menurutnya, penguatan kualitas menjadi kunci agar komoditas ini dapat bersaing di pasar global yang kompetitif.

“Pemkab Kukar terus mendorong pengembangan kratom sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Kecamatan Tenggarong Seberang menjadi salah satu pusat produksi kratom terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim). Wilayah tersebut bahkan telah memiliki fasilitas pengolahan menjadi ekstrak yang memberi nilai tambah bagi produk lokal.

Keberadaan fasilitas ini dinilai menjadi keunggulan tersendiri dibanding daerah lain yang masih menjual dalam bentuk bahan mentah.

Pemerintah daerah pun terus mendorong pelaku usaha dan petani untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga standar mutu.

Baca juga  Depan Selamatkan Lahan Pertanian dari Ancaman Tambang

Di balik perkembangan tersebut, Sunggono mengakui bahwa kratom sempat menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait legalitas dan persepsi negatif yang pernah melekat.

Namun kondisi tersebut mulai berubah seiring perhatian pemerintah pusat yang mendorong penelitian dan penataan tata kelola.

Ia menyebut sejumlah lembaga seperti Kementerian Pertanian, BPOM, dan BRIN telah terlibat dalam upaya penguatan regulasi dan pengembangan komoditas ini.

“Perdagangan kratom sempat menghadapi kendala serius, namun kemudian pemerintah pusat mulai mengarahkan penelitian serta penataan tata kelola, termasuk untuk kepentingan ekspor,” tutupnya. (UK)

Bagikan: