Lestariakan Olahraga Tradisional, Dispora Kukar Perkuat Pembinaan Hingga ke Sekolah

Oleh redaksi

pada Sabtu, 8 November 2025

Pelaksanaa olahraga tradisional di Kukar (Istimewa)

TENGGARONG – Upaya menjaga keberlanjutan olahraga tradisional di Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki fase yang lebih serius. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menempatkan pembinaan olahraga rakyat sebagai salah satu prioritas untuk menyambut Event Erau 2026, sekaligus bagian dari pelestarian identitas budaya daerah.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menjelaskan bahwa pembudayaan olahraga tradisional bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi menjadi bagian dari program dedikasi dalam visi Kukar Idaman Terbaik. Menurutnya, permainan rakyat seperti panahan tradisional, enggrang, hingga hadang memiliki nilai sejarah dan karakter yang harus diwariskan kepada generasi muda.

Baca juga  Akses Program CKG Kini Lebih Fleksibel, Tak Lagi Terbatas Momen Tertentu

“Untuk penunjang kegiatan di event Erau 2026, kami masih terus melakukan pembinaan. Kami juga menjalin kerja sama dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi). Selain itu, kami turut memberikan sarana olahraga ke sekolah-sekolah yang memiliki minat tinggi terhadap olahraga tradisional,” jelasnya Sabtu (8/11/2025).

Ari menyebut, tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam mempertahankan olahraga tradisional agar tetap relevan di tengah gempuran modernisasi. Namun, pihaknya harus menghadapi tantangan baru berupa penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada APBD daerah.

Baca juga  Sudah Dua Tahun Tertahan, Pemasangan Tiang Listrik ke Dusun Sangkima dan Teluk Lombok Belum Berjalan

“Masyarakat tentu berharap kegiatan ini terus berjalan karena olahraga tradisional itu hidup di tengah rakyat dan dimainkan secara turun-temurun. Tapi sebagai fasilitator, kami juga harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Saat ini, memang ada pengurangan dana dari pusat yang berdampak pada alokasi APBD daerah,” ungkapnya.

Meski digempur keterbatasan pendanaan, Dispora Kukar menegaskan bahwa pembudayaan olahraga tradisional tidak boleh berhenti. Melalui kolaborasi dengan sekolah, komunitas, hingga organisasi induk olahraga rekreasi, berbagai ruang ekspresi tetap dibuka agar permainan rakyat terus hadir dalam setiap momentum kebudayaan dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Kukar.

Baca juga  Revitalisasi Waduk Panji Sukarame Disiapkan, Dispar Kukar Rancang Konsep Ekowisata

Dengan dukungan berbagai pihak, Dispora berharap olahraga tradisional tak hanya dipertahankan, tetapi kembali menjadi kebanggaan daerah, terutama saat memasuki Erau 2026 yang akan menjadi panggung besar kebudayaan Kukar. (Adv)

Bagikan: