Tren Kopi Sepeda Listrik Merebak di Kukar, Jadi Inovasi Usaha Anak Muda

Oleh redaksi

pada Selasa, 15 Juli 2025

Kopi Keliling di Kukar (Urbankaltim)

TENGGARONG – Fenomena pedagang kopi keliling dengan sepeda listrik box kini makin menjamur di Kutai Kartanegara (Kukar). Kehadiran mereka tak hanya memberi warna baru di dunia kuliner, tapi juga menjadi peluang usaha yang digemari anak muda.

Salah satunya adalah Cynthia Swastika Rhakasiwi, pengusaha asal Tenggarong Seberang dengan brand Kopi Kita. Ia mengaku, ide membuka bisnis ini berawal dari kegemarannya nongkrong di coffeshop.

“Saat ini memang lagi trend jualan kopi menggunakan sepeda box listrik, dengan harga terjangkau dan pasarnya luas. Awalnya saya dan keluarga itu suka ngopi di coffeshop, sehingga kami mencoba berinovasi untuk membuka usaha kopi, dengan harga terjangkau,” katanya pada Selasa (15/7/2025).

Baca juga  Jalan Santai Forkopimda di Marang Kayu, Dispora Kukar Gencarkan Gerakan Sehat Warga

Meski baru berjalan sebulan, Kopi Kita sudah menempati dua lokasi strategis. Siang hingga sore berjualan di Desa Manunggal Jaya depan toko Borneo Build Vape Shop, lalu bergeser ke Lapangan Serapo Tenggarong Seberang pada pukul 16.00–21.00 WITA.

Berbagai varian rasa seperti americano, latte, aren, dan pandan ditawarkan dengan harga Rp8 ribu–Rp15 ribu per cup. Cynthia menegaskan, kualitas rasa tetap terjaga. “Kami meracik kopi ini sendiri, bukan menggunakan bubuk yang telah jadi. Untuk harga jual dimulai dari Rp8 ribu hingga Rp15 ribu, tergantung dari besaran cup dan varian,” ucapnya.

Baca juga  3 Fighter Kukar Tampial di International Warzone Championship Malaysia 2025

Dalam sehari, Kopi Kita mampu menjual 100–150 cup, bahkan hingga 200 cup jika ada event. “Saya berharap, setiap pelaksanaan event khususnya pedagang kopi keliling bisa terus dilibatkan,” ujarnya.

Tren serupa juga dirasakan Novianto dengan brand Raja Kopi. Berawal dari membuka outlet di Jalan Mangkuaraja, kini ia mengembangkan cabang dengan sepeda listrik box di belakang Kantor Bupati dan samping SPBU Jalan Pesut.

“Tujuan dari membuka usaha ini ialah, untuk membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda yang serius. Secara pribadi saya tak memiliki basic pembuatan kopi, tapi kita partner dengan teman untuk mengembangkan usaha ini,” sebutnya.

Baca juga  Berikan Bantuan Sapras Olahraga ke Pesantren, Dispora Kukar Hadirkan Kesetaraan Olahraga untuk Santri

Penjualan Raja Kopi mencapai rata-rata 180 cup per hari dari tiga lokasi. Harganya sama, Rp8 ribu–Rp15 ribu, dengan pilihan kopi pandan, gula aren, susu raja, kopi hitam, caramel, hingga minuman non-kopi seperti ice greentea, teh, dan Thai Tea.

Novianto berharap dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada wadah usaha, melainkan juga pada peningkatan keterampilan. “Dengan pelatihan itu, saya yakin dapat memajukan usaha ini. Karena dari pelatihan itu dapat menghasilkan kopi yang sangat berkualitas,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: