URBANKALTIM.COM, PENAJAM PASER UTARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar justru menjadi sorotan setelah 25 siswa SDN 008 Waru diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (11/2/2026).
Sekolah tersebut berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sekitar 58 kilometer dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Insiden ini pun langsung memantik perhatian, mengingat wilayah tersebut menjadi penyangga ibu kota baru.
Puluhan siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG berupa puding dan sayur asam di sekolah. Mereka segera dilarikan ke Puskesmas Waru untuk mendapatkan penanganan medis.
Sumarno (40), orang tua siswa kelas 3, mengaku panik saat menerima kabar anaknya mengalami gejala serupa.
“Ini tadi mual-mual mau muntah. Katanya habis makan puding tadi di sekolah,” ujarnya.
Anaknya telah mendapatkan obat dan diperbolehkan pulang, dengan catatan kembali ke fasilitas kesehatan jika muncul keluhan lanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyebut dugaan awal mengarah pada campuran bahan dalam puding.
“Karena puding ini kan ada campuran-campurannya, kemungkinan itu ya,” katanya.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti. Evaluasi menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga akan dilakukan, termasuk aspek kebersihan dan standar produksi.
Waris bahkan mengusulkan pembatasan kapasitas produksi maksimal 1.000 porsi per dapur agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Satu dapur kalau bisa 1.000 saja, biar tidak terlalu berat beban kerjanya,” ujarnya.
Di sisi lain, PIC Mitra SPPG Waru dari Yayasan Bakti Benua Taka, Yedy Kusuma, menyampaikan bahwa puding tersebut bukan diproduksi langsung oleh dapur SPPG, melainkan berasal dari salah satu UMKM mitra.
“Ada satu produk yang digunakan dari UMKM yang kami gunakan. Kemungkinan dari makanan itu, tapi ini masih dalam evaluasi,” jelasnya.
Dari total 1.017 porsi yang didistribusikan, sekitar 25 siswa mengalami gejala. Sampel makanan telah diamankan untuk uji laboratorium.
Yedy memastikan distribusi MBG tetap berjalan normal ke sekolah-sekolah di Kecamatan Waru pada Kamis (12/2/2026). Ia menegaskan produk dapur utama tidak bermasalah dan UMKM mitra telah melalui proses seleksi serta pengecekan legalitas. (UK)





